constructivism

Berkembang sekitar tahun 1914 hingga 1920, merupakan pengaruh Kubisme yang berkembang di Rusia. Estetika menurut seniman Konstruktivisme berkaitan dengan bentuk atau bidang geometris kinetic, sebagai sebuah cerminan zaman modern yang dikuasai oleh mesin. Konstruktivisme ditemukan oleh pemahat dan pelukis Rusia, Vladimir Tatlin. Nama itu diturunkan dari “konstruksi” pada pemahat-pemahat abstrak dari material-material industri, seperti metal, jaringan, dan bagian dari plastic. Pembangunan relief Tatlin dari 1913 sampai 1917 merupakan pekerjaan pergerakan pertama. Ia telah bergabung sebelum 1920 dengan seniman-seniman Aleksandr Rodchenko, El Lissitzky, Naum Gabo, dan Antoine Pevsner, dan lainnya.

Walaupun pergerakannya terbagi menjadi beberapa bagian di bahun 1920 an, secara keseluruhan idenya terdiri dari abstrak, fungsionalisme, dan utilitarianisme. Utilitarianisme, perilaku dominant seni pada saat Union of Soviet Socialist Republics (USSR) baru lahir, yang membuat seni lebih mudah dimengerti dan berguna bagi masyarakat. Tatlin menggabungkan dogma konstruktivisnya dengan Negara Komunis baru dan menjadi sebuah kekuatan dan desainer berpengaruh untuk permintaan baru.

o Rodchenko, Aleksandr (1891-1959), pelukis Rusia, pembuat draft, pemahat, dan fotografer. Bekerja dengan media dengan skala yang besar, ia merupakan salah satu figure sentral (utama) dari Konstruktivisme, seorang penggerak seni abstrak yang tampil pada periode sebelum Revolusi Rusia di tahun 1917.

Di tahun 1916 ia berpartisipasi di sebuah pameran yang di buat oleh seniman Rusia Vladimir Tatlin. Tahun berikutnya, dengan Tatlin dan seniman-seniman avant-garde yang lain, ia membantu mendesain interior sebuah kafe di Moskow. Mulai dari 1917, Rodchenko mulai mengajukan percobaannya dalam menggambar untuk mendesain objek-objek fungsional, menciptakan, contohnya, sebuah seri dari desain-desain lampu di tahun 1918. antara 1919 dan 1921, ia memproduksi tiga seri yang ia namakan konstruksi spasial-abstrak, pahatan-pahatan geometrical yang mengandung bentuk-bentuk terbuka pada metal dan kayu.

o Pevsner, Antoine (1886-1962), pemahat Rusia-Perancis, seorang pemimpin dari pergerakan konstruktivisme pada pahatan modern. Lahir di Orel, ia belajar di Kyiv, mengunjungi avant-garde (pembaruan seni Rusia) seniman-seniman di Paris, dan selama Perang Dunia I bekerja di Norway dengan adiknya, pemahat Naum Gabo.

o Gabo, Naum (1890-1977), pemahat Rusia Amerika, salah satu pelaku konstruktivisme di abad 20. lahir di Briansk dan nama sebenarnya Naum Pevsner, ia mengubah nama untuk menghindari agar tidak bingung dengan kakaknya, Antoine Pevsner, yang juga merupakan seniman. Ia belajar (1910-1914) obat-obatan dan mesin di Munich, tetapi di tahun 1914 mengambil seni pahat, memproduksi kepala terinspirasi-kubis dan dada menggunakan lembaran logam, karton, atau seluloid.

Di Moskow dari 1917 sampai 1922, Gabo membantu pergerakan konstruktivisme, yang membela konstruksi pahatan dari material-material industri dari pada dari pahatan tradisional pada batu atau dibalut dengan perunggu. Di tahun 1920, ia dan kakaknya memberitakan Manifesto Realis, terpanggil untuk bentuk seni baru berdasarkan ruang dan waktu; dengan berpegang pada teori ini, menjalankan beberapa pekerjaan dengan bagian-bagian bergerak, dikenal dengan pahatan kinetic.

Konstruktivisme mempunyai pengaruh di abad 20 pada pahatan, arsitektur, dan khususnya industri desain, dimana adokasi material-material modern dan desain yang jelas meningkatkan keindahan dari fungsionalisme.

Menurut El Lissitzky, bidang persegi empat adalah sumber dari segala ekspresi kreatif. Para seniman konstruktivisme adalah pelopor pembaruan (Russian Avant-garde) seni Rusia. Seni harus dinikmati oleh semua kelas masyarakat secara merata. Tidak boleh ada perbedaan seni kelas atas (kaum borjuis) maupun untuk kelas bawah (kaum proletar). Konstruktivisme adalah seni resmi untuk pemerintahan Bolshevik di Rusia. Konstruktivisme bersama Futurisme den De Stjil banyak mempengaruhi desain grafis ketika seniman-seniman aliran tersebut mengajar di sekolah Bauhaus. El Lissitzky juga banyak berekperimen dengan fotogram, (“memotret tanpa kamera” yaitu mengolah cahaya pada kertas foto di kamar gelap).

referensi: Microsoft ® Encarta ® Reference Library 2005. © 1993-2004 Microsoft Corporation. All rights reserved.
Adityawan.s, arief, tinjauan desain dari revolusi industri hingga posmoderen, jakarta, Universitas tarumanagara UPT penerbitan, 1999, hal 39.

Diterbitkan di: on Maret 20, 2008 at 9:20 am Tinggalkan sebuah Komentar
Tags:

Art Deco

art-deco8.jpgart-deco-windows.jpgArt Deco

Berawal dari pameran yang berjudul Paris exposition des Art Decoratifs es industries pada tahun 1925 di Perancis, didapatlah nama Art Deco. Dalam kamus karya Guy Julier Art Deco tidaklah dianggap sebagai sebuah gerakan namun hanyalah gaya atau kecendrungan dalam desain. Art Deco pada walnya muncul dan berkembang di Perancis di antara dua perang dunia pada tahun 1920-an, mengantisipasi perkembangan teknologi. Kehebatan mesin dan dunia transportasi seperti pesawat terbang dan kapal laut menjadi inspirasi dan pendukung berkembangnya gaya ini. Gaya ini dipengaruhi oleh aliran Kubisme dan Fauvisme, serta juga gaya mesin dan Indian Aztec, Amerika Selatan. Selain itu pula gaya pedesain modernisme awal seperti Josef Hoffmann, Frank Llyod Wright, Adolf Loos juga banyak diserap ke dalam Art Deco. Di Amerika gaya Art Deco jugag menghasilkan pendekatan baru dalam desain untuk kendaraan tranportasi yaitu, munculnya ornament – ornament dekoratif yang memanfaatkan unsur – unsur garis hias yang mengesankan gerak dan kecepatan. Jaman Art Deco sangat terkenal dengan mobil, kapal laut dan pesawat terbang yang dianggap sebagai simbol modernitas.

Gaya art Deco banyak dimanfaatkan dalam arsitektur, desain grafis, desain otomotif, desain furniture, desain produk. Ketika pedesain modernis berkutat pada fungsionalisme dan formalisme untuk mendapatkan desain yang ideal dan universal namun elitis, maka Art Deco muncul untuk memenuhi selera dan kebutuhan konsumen kelas menengah ke atas yang sesaat (Heller, 1988: 127). Gaya Art Deco ini disebut juga gaya Moderne atau Modernistik yaitu perpaduan antara bentuk baru yang disederhanakan dengan kecendrungan dekoratif lama. Desain Art Deco banyak menggunakan bahan – bahan mahal dan sedikit ornamen hias.

Bahasa visual dari Art Deco yang bersifat heroic dan futuristic membuat gaya ini dapat diterapkan pada materi pesan apapun baik komersil maupun untuk poltik. Art Deco adalah kecendrungan visual yang murni gaya, tanpa ideology apapun. Gaya art Deco menyebar di bebagai Negara Eropa. Perancis sebagai pusat Art Deco telah memiliki sekolah seni dekoratif The Martine School sejak tahun 1911. Walaupun pada saat itu modernisme yang mengutamakan fungsionalisme dalam desain sedang berkembang, namun kelas menengah yang mampu tetap memiliki kecendrungan estetis pada gaya dekoratif. Di Perancis perkembangan Art Deco ini juga dipengaruhi oleh dunia mode.

Dalam desain grafis tokoh Art Deco yang terkenal, terutama di Perancis, adalah AM, Cassandre, Jean Carlu. Desain Art Deco banyak menggunakan gradasi warna yang halus serta warna yang mengesankan efek kilauan atau kelengkungan logam. Art Deco tidak selalu berhubungan dengan kemewahan. Gaya Art Deco sering kali juga memanfaatkan bahan – bahan sederhana untuk menampilkan kesan mewah. Namun tidak seluruh gaya Art Deco dapat disebut mewah, karena gaya Art Deco untuk arsitektur di Amerika jusru dapat menekan biaya produksi. Pada gedung – gedung bioskop jaringan Odeondi Amerika pada tahun 1930-andi Amerika, art Deco banyak digunakan sehingga sering kali disebut “Gaya Odeon”.

Bila modernisme menggunakan “Less is more” maka art Deco mencoba tampil di tengah – tengah jaman modernisme tetapi dengan memanfaatkan ornamen hias. Bila modernisme berpegang pada “Form follows function” maka Art Deco tiba – tiba tampil dengan gaya hiasannya. Art Deco banyak digunakan untuk menampilkan kesan futuristik. Di jerman, gaya geometris Bauhaus digabungkan dengan bentuk – bentuk yang ekspresif banyak dimanfaatkan oleh para pendesain. Di Swiss gaya Art Deco merupakan asimilasi antara gaya Art Deco Perancis yang romantis dan gaya Art Deco Jerman menghasilkan gaya khas Swiss. Di Negara – Negara seperti Italia, Inggris, dan Amerika gaya Art Deco pun banyak digemari. Di Amerika, gaya Art Deco dipengaruhi oleh ornamen – ornamen Indian amerika Utara ataupun Indian Aztec. New York diannggap sebagai ibu kota Art Deco di Amerika. Di New York terdapat gedung Chrysler yang bercirikan Art deco.

Bila New Typographic dari Tschichold menekankan fungsi maka sebaliknya tata letak Art Deco mementingkan kebebasan, anarkis dan suasana karnaval (Muchyar) Sebuah buku berjudul “Mise en Page” (1929) karya pedesain Art Deco Perancis A. Tollmer menjelaskan :
“…lay out harus bebas dari segala aturan. Untuk mendapatkan kombinasi yang paling bervariasi, menjadi sangat perlu untuk membuang susunan yang setia pada sumbu vertical – horizontal. Dapatkan komposisi miring (Oblique) atau lengkungan. Inilah teknik modern untuk periklanan modern.”

Profesi pedesain grafis di amerika banyak mendapat peluang dengan berkembangnya dunia pers, terutama penerbitan majalah (Harper’s Bazaar, Vouge, Vanity Fair, House and Garden). Desain mobil dan pesawat terbang menjadi pedoman umum dalam desain produk dan interior. Kedua sarana yang menggunakan teknologi terkini itu didesain berdasarkan prinsip keilmuan dalam bidang aerodinamika dan hidrodinamika, sehingga pesawat terbang dan mobil dapat bergerak semakin cepat menembus udara dan air. Desain badan pesawat terbang dan mobil haruslah dapat mengurangi hambatan udara atau angin. Desain badan yang memiliki garis dan bentuk ramping dan lurus sehingga disebut Streamline, dengan ujung meruncing atau membulat sehingga dapat mengikuti alur atau arus air dan udara (Streamline = garis arus). Namun kemudian penggunaan prinsip Streamline ini sesungguhnya lebih disebabkan alasan dekoratif, karena diterapkan pada benda – benda yang sesungguhnya tidak membutuhkan pengurangan hambatan udara atau air.

Desain streamline pada walanya digungkan dalam teknologi kapal uap abad 19 agar dapat bergerak di air dalam kecepatan tinggi. Desain streamline semakin penting dengan berkembangnya teknologi transportasi di abad ke 20 untuk kapal selam, kapal pesiar, kereta api, kapal terbang dan mobil. Bahkan desain streamline juga diaplikasikan untuk alat rumah tangga yang tidak bergerak agar tampil modern. Gaya streamline pada akhirnya menjadi sekedar unsur dekoratif sebagai alat dari produsen untuk memenuhi fantasi – fantasi futuristik dari konsumen.

Referensi: Adityawan, Arief, Tinjauan Desain dari revolusi industri hingga post modern, Jakarta, Universitas Tarumanagara UPT penerbitan, 1999, 67 – 72

Diterbitkan di: on at 9:19 am Tinggalkan sebuah Komentar
Tags:

Art Nouveau

ART NOUVEAU
Art Nouveau adalah sebuah gaya seni internasional yang mencakup seni, arsitektur bangunan, dan desain, yang mencapai kepopularitasan pada abad 20. karakteristik yang menonjol pada gaya art nouveau adalah sangat berdekorasi tinggi, bergelombang, yang seringkali digambarkan dengan lekuk bentuk kurva bunga yang meliuk-liuk atau motif tumbuhan lain. Nama art nouveau sendiri berasal dari atau diambil dari nama sebuah toko di Paris, Maison de’l Art Nouveau, yang dibuka pada tahun 1895 oleh Siegfried Bing.

Nama art nouveau yang diambil dari nama sebuah toko di Paris, di Eropa, aliran ini menggunakan beberapa nama sebagai berikut.
• Di Jerman : Jugendstil (gaya muda) dari nama sebuah majalah Die Jugend.
• Di Austria : Vinna Secession
• Di Italia : Stile Liberty
• Di Spanyol : Modernista
• Di Inggris : Glassgow School

Pada dasarnya, aliran ini muncul sebagai sebuah reaksi terhadap industrialisasi dan gaya mesin yg dianggap menghilangkan sifat manusiawi dalam seni dan pembuatan barang-barang kebutuhan manusia. Oleh karena itu, ukiran dan uliran flora yang dibuat juga cenderung tampil berlebihan untuk menekankan keterampilan yang sifatnya sangat emosional.

Pada waktu itu, karya art nouveau digunakan pada semua peralatan rumah tangga seperti dalam furniture, peralatan perak atau logam, peralatan memasak, perhiasan, dll. Selain itu, gaya art nouveau ini juga digunakan dalam ilustrasi buku serta berbagai barang cetakan.

Dan meskipun pada waktu itu, style art nouveau ini dimulai dari Paris, pada kenyataannya, tidak begitu sukses di negaranya sendiri. Akan tetapi, Paris Metro yang didesain oleh Hector Guimard di tahun 1899-1900 merupakan salah satu bangunan arsitektur terkenal di Paris yang terinspirasi gaya art nouveau.
Karya Hector Guimard

Gaya art nouveau mengalami puncak kejayaannya pada tahun 1890-1905. Salah satu lukisan pertama yang terinspirasi dari gaya art nouveau ini terdapat di Roquetaillade castle. Lukisan Viollet le-Duc ini disimpan di puri tersebut pada tahun 1850, dan walaupun pada awal pembuatannya dimaksudkan untuk kebangkitan gaya gothic, tapi lukisan ini adalah merupakan contoh murni atau contoh awal gaya art nouveau – alur tumbuhan dan warna.

Gerakan pertama atau karya art nouveau pertama di tahun 1880 adalah desain cover buku Arthur Mackmurdo, yang menggunakan pengerjaan tangan full, yang diterbitkan pada tahun 1883.
cover buku

Tokoh-tokohnya adalah Charles Rennie Mackintosh (Inggris), Henry Van de Velde (Austria), seorang arsitek Antoni Gaudi (Spanyol). Gaya art Nouveau pada awalnya dimaksud sebagai sebuah seni yang dapat dinikmati oleh orang kebanyakan (popular art) namun dalam kenyataannya lebih banyak diterapkan dalam seni dan barang-barang untuk konsumsi orang-orang kaya.

Berbagai penemuan dan perkembangan teknologi yang memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, pada akhirnya akan mempengaruhi pula kehidupan sosial-budaya serta kondisi psikologisnya, termasuk juga rasa akan keindahan yang terungkap dari munculnya berbagai aliran dalam seni. Munculnya berbagai aliran dalam seni ini kemudian diapresiasi dan mempengaruhi pula rasa estetis masyarakat luas. Oleh karena itu, untuk memahami perkembangan desain, tidak lepas dari bagaimana perkembangan seni dan berbagai aliran seni yang muncul. Menjelang dan selama munculnya Revolusi Industri, bermunculan pula berbagai aliran seni lain selain art and craft movement dan art nouveau di atas.

Revolusi industri tidak saja menimbulkan reaksi pemikiran dan gerakan seni dan kriya yang menolak, tetapi juga bidang profesi baru yang pada awalnya disebut seni terapan. Hal ini terjadi sejalan dengan kebutuhan dunia industri akan sarana promosi. Media promosi yang efektif pada saat itu adalah media poster.

Poster adalah media promosi yang relatif paling sederhana. Media poster diciptakan sebagai sarana komunikasi untuk orang banyak di tempat umum dan terbuka. Untuk kebutuhan itu, maka poster harus memiliki ukuran yang lebih besar dan penampilan yang menarik perhatian dari orang yang sedang berjalan.

Kebutuhan ini menyebabkan berkembangnya tipografi dari sekedar huruf yang berukuran kecil untuk mencetak buku dengan tinta hitam. Pada awalnya, karena teknik fotografi pada saat itu belum bisa dicetak dalam ukuran besar dan jumlah banyak, maka dibutuhkan keahlian melukis dari para seniman.

Para seniman membuat poster dengan teknik Lithografi, yaitu menggambar di atas batu Litho di mana satu warna digunakan satu lempeng batu sehingga untuk satu poster dapat menggunakan hingga 15 lempeng batu Litho. Cetak Lithografi memungkinkan poster dicetak dengan gambar dan huruf (walaupun ditulis secara manual) berukuran besar dan warna yang menarik. Dengan kata lain, menurut Hollis, teknik cetak Litografi memungkinkan seniman membuat huruf secara bebas tanpa terikat dengan cetakan huruf yang telah ditentukan.

Salah satu seniman poster yang memadukan dengan baik proses produksi secara industri maupun estetis pada saat itu adalah Jules Cherret. Sejak tahun 1866 studio Cherret dan percetakannya menghasilkan poster secara mandiri. Gaya yang populer pada saat itu adalah penggambaran figur tunggal dan kata-kata judul yang minim. Citra dari produk yang hendak dijual, apakah sebagai presentasi obyektif maupun simbolis, jarang digunakan.

Para seniman pada saat itu hanya mementingkan daya tarik estetis, misalnya dengan cara menampilkan figur wanita. Selain Cherret, seniman lainnya adalah Piere Bonnard, Henri de Toulouse-Lautrec. Pada saat art nouveau berkembang, gaya poster dipengaruhi oleh ornamen-ornamen floral tersebut. Misalnya poster untuk rokok job, karya seniman Cekoslovakia Alpons Mucha. Pengaruh art nouveau terlihat dari poster yang dipenuhi oleh ornamen flora dan tanpa dimensi ruang, gambar bersifat datar. Secara keseluruhan gaya art nouveau itu memperlihatkan desain yang memiliki perpaduan gambar, tipografi, dan ornamen dekoratif yang berirama.

Daftar Pustaka

Adityawan, Arief, Tinjauan Desain dari revolusi industri hingga post modern, Jakarta, Universitas Tarumanagara UPT penerbitan, 1999, 15-17.

art nouveau@wikipedia.org

Interior Grand Palais, Paris

Diterbitkan di: on Maret 17, 2008 at 2:35 pm Tinggalkan sebuah Komentar
Tags:

bauhaus

The Bauhaus in Dessau by Alfred Gropiussutnar_bauhaus_blocksMetal Workshop at the Bauhaus (Dessau)klee-paul-bauhausdanish bauhaus poster1929Beaux-Arts Life Drawing Studiobauhaus-archiv museum fur gestaltungBauhaus cattleThe Bauhaus Story
Bauhaus berasal dari kata Bauen ( to build/mengembangkan atau membangun) dan haus adalah rumah,bauhaus dikenal dengan “house of building” atau “building school”. Menjelang Perang Dunia pertama tahun 1914 Henry Van de Velde, tokoh Art Nouveau yang memimpin sekolah seni dan kriya Weimar, mengundurkan diri untuk kembali ke negeri asalnya-Belgia. Keprgian Van de Velde ini salah satunya disebabkan oleh sikap rasial warga Jerman terhadap warga asing. Namun selama perang dunia pertama sekolah ini ditutup. Perang dunia pada awalnya disambut oleh rakyat Jerman dengan penuh semangat. Mereka berpendapat bahwa dengan perang Jerman dapat membuktikan keunggulan kekuatannya, rakyat jerman dengan semangat mendaftar diri menjadi sukarelawan, termasuk para seniman seperti Otto Dix, Max Beckman dan lain-lain. German Werkbund mendukung Jerman terjun dalam perang. Namun tahun 1916 dan 1917 keraguan dan sikap anti perang mulai bermunculan. Para seniman dan arsitek menerbitkan manifesto dan petisi anti perang. Tahun 1917 Walter Gropius juga menyatakan bahwa para intelektual harus melakukan perpindahan atau pergantian front, dari medan pertempuran fisik menuju medan pertempuran budaya. Walter Gropius, seorang arsitek yg pernah bekerja di bawah Peter Behrens, menganggap sistem Werkbund Jerman ketinggalan jaman sehingga perlu reformasi pendidikan seni rupa. Ketika perang usai Gropius mengirimkan proposal sebuah perombakan pendidikan dan sekolah seni rupa yang disetujui oleh pemerintah pada saat itu.bermula dari definisi sebuah impian yaitu “membangun untuk masa depan”, merupakan sebuah sekolah di Jerman yang mengkombinasikan kriya dan seni murni, dan sebagai jalan untuk mengajar dan menyebarkan desain. Berdirinya Bauhaus adalah ketika Jerman masih mengalami keresahan sosial-ekonomi akibat perang dunia pertama.

Tahun 1919 Walter Gropius ditunjuk sebagai direktur sekolah yang baru dibangun itu : “Staatliches Bauhaus-Weimar”. Dalam manifesto Bauhaus yang disebarkan ke seluruh Jerman, Gropius menjelaskan tentang tujuan sekolah ini: seniman dan keriyawan bekerjasama untuk menciptakan “bangunan masa depan”. Diskusi mengenai reformasi pendidikan seni rupa di Jerman sudah berlangsung sejak 1916 melalui berbagai tulisan oleh para arsitek. Diantaranya adalah Bruno Taut yang sangat berpengaruh pada Gropius. Bruno Taut yang pertama mengajak membangun rumah untuk rakyat dan meminta keterlibatan setiap cabang seni dalam arsitektur. dalam manifesto Gropius menulis: “mari kita bersama-sama menciptakan bangunan masa depan, dimana segala sesuatunya menyatu dalam sebuah bentuk. Arsitektur, patung, dan lukisan. Meskipun ternama namun faktanya bahwa penemunya adalah seorang arsitek, bauhaus tidak memiliki departemen pembangunan pada masa-masa awal eksistensinya. Gaya Bauhaus merupakan salah satu aliran yang paling berpengaruh dalam modernist architecture dan desain moderen.

Secara singkat dapat disebutkan beberapa prinsip yang berlaku dalam pengajaran Bauhaus:
- dipengaruhi seni ekspresionisme
- mengunakan garis Bauhutte
- menggabungkan seni dan kriyawan
- pendekatan rasionalisme dan desain untuk mesin

Bauhaus memiliki cita-cita utopia membangun masyarakat spiritual baru. Bengkel kaca patri (stained glass), kayu dan metal diajarkan oleh para seniman dan kriyawan, dengan menggunakan metode kerja garis Bauhutte: master (ahli/guru) – journeyman (pengembara) – apprentice (murid magang).

Para pendesain yang pernah menjadi direktur Bauhaus:
Walter Gropius (memimpin hingga 1928), Johannes Itten, L. Mies Van der Rohe (1886-1969)

Van der Rohe adalah seorang arsitek terkemuka yang menjadi direktur Bauhaus terakhir. Van der Rohe terkenal dengan diktum/ ungkapan: “less is more”. Ide-ide baru diajarkan ketika Paul Klee dan Vassily Kandinsky mengajar di Bauhaus tahun 1920 dan 1922. Klee menggabungkan seni moderen dengan seni primitif dan gambar anak dalam menciptakan dan lukisan yang mempengaruhi komunikasi visual. Menurut Kandinsky warna dan bentuk memiliki nilai-nilai spiritual dan makna tersendiri. Tokoh pengajar lain adalah Johannes Itten. Itten-lah yang pertama kali menerapkan metode khusus dasar (preliminary course) bagi para siswa Bauhaus yang sebagaimana yang kini banyak diterapkan dalam pendidikan tinggi desain. Pada tahun 1923 Itten keluar dari Bauhaus karena adanya perbedaan pendapat dengan Gropius. Metode yang diajarkan Itten dianggap tidak sesuai dengan prinsip Bauhaus yang menitikberatkan pada rasionalisme dan desain untuk mesin. Bauhaus cenderung pada bahasa rupa dalam desain yang obyektif (prinsip moderenisme) dan menolak metode pendekatan yang subyektif dan selera pribadi.

Tahun 1923, Bauhaus beraksi dengan mengubah program, dimana image masa depan memiliki motto : “teknologi dan seni sebagai kesatuan baru”.

Bauhaus memiliki kesamaan tujuan dengan De stijl yang didirikan oleh Theo Van Doesberg. Tahun 1921 hingga 1923 Van Doesberg mengajar di Bauhaus. Upaya menghilangkan pemikiran ekspresionisme dalam sekolah Bauhaus dilakukan oleh Van Doesberg. Bila ekspresionisme yang dikembangkan Itten sangat individual dan emosional maka De Stijl yang dikembangkan Van Doesberg sangat rasional dan universal. Pengaruh kuat De Stijl dalam pelajar Bauhaus terutama pada desain furnitur dan tipografi.

Perkembangan dan perhatian Gropius terhadap modernisme dan industrialisasi tampak dari perubahan moto sekolah Bauhaus dari “a unity of art and handicraft” menjadi “Art and technology, a new unity”. Romantisme abad pertengahan dan ekspresionisme digantikan oleh desain terapan yang sangat rasional dan dapat diproduksi secara massal menggunakan mesin.

Setelah Bauhaus Dessau ditutup tahun 1932 selama tahun terakhir Bauhaus dipindahkan ke kota Berlin oleh Mies Van der Rohe. Bauhaus ditutup oleh para pendukungnya pada bulan April 1933 akibat tekanan yang semakin kuat-mereka dituduh penganut komunis Bolshevik-dari pemerintah nazi Jerman. Pedesain yang pindah ke Amerika termasuk didalamnya Marchel Duchamp, Piet Mondrian, Walter Gropius, Mies Van Der Rohe, Marcel Breuer, Lazlo Moholy-Nagy dan Herbert Bayer- kemudian mencoba mendirikan sekolah Bauhaus di Amerika, namun tidak bertahan lama.

Lazlo Moholy-Nagy terkenal dengan desain yang memanfaatkan tipografi dengan cermat: “Tipografi adalah alat komunikasi, harus berkomunikasi dalam bentuk yang paling kuat”. “Kejelasan (clarity) sangat penting”. Legibility (tingkat keterbacaan) juga menjadi perhatian Moholy-Nagy selain juga menciptakan bahasa tipografi yang lentur.

Jan Tshichold (1902-1974) terkenal dengan buku-buku mengenai dasar-dasar desain tipografi yang berjudul :
- “Elementare Typographie” tahun 1925
- “Die Neue Typographie” tahun 1928

Beberapa pemikiriannya mengenai tipografi adalah:
- Susunan huruf asimetris
- Huruf sans serif dengan ukuran dan berat (ketebalan) yang berbeda: kembali pada bentuk dasar alfabet.
- Susunan desain vertikal/horisontal.

Pada awal penerbitannya konsep diatas banyak mendapat kritikan tajam dari pedesain Amerika karena dianggap terlalu “dingin” dan kaku. William Addison Dwiggins (1880-1956) adalah pedesain masa peralihan (menggunakan gaya tradisional Amerika dan gaya moderen). Secara singkat dapat dijelaskan bahwa jasa terbesar Bauhaus adalah:
1. menciptakan metode pendidikan seni rupa, desain, kriya dan arsitektur yang terpadu.
2. memberi bentuk yang lebih jelas mengenai apa dan bagaimana desain moderen (yang kemudian terkenal dengan “international style”.

referensi:
http://en.wikipedia.org/wiki/Bauhaus
http://www.bauhaus.de/english/bauhausarchiv/index.htm
http://www.bauhaus.de/english/bauhaus1919/index.htm
http://web.princeton.edu/sites/ecs/images/Bauhaus.jpg
http://daddytypes.com/archive/weimar_bauhaus_bassinet.jpg
http://www.flickr.com/photos/ralf_herrmann/527960075/
http://luciensteil.tripod.com/newarchitecteducation
http://www.oew.at/eng/lexikon/stile/bauhaus.htm
http://www.algarcia.org/art/bauhaus.html
http://www.flickr.com/photos/ralf_herrmann/527960097/
http://www.postershop.com/Klee-Paul/Klee-Paul-Bauhaus-2632760.html
http://daddytypes.com/2006/10/12/sutnars_bauhausera_wooden_toys.php
http://www.iconicinteriors.co.uk/bauhaus.shtml
http://www.flickr.com/photos/webbeway/15086176/
http://www.flickr.com/photos/20745656@N00/244871071/
http://luciensteil.tripod.com/newarchitecteducation
Adityawan S., Arief, Tinjauan Desain dari Revolusi Industri hingga Posmederen, Jakarta, Universitas Tarumanagara UPT Penerbitan, 1999, hal 57-63

Diterbitkan di: on at 12:47 pm Tinggalkan sebuah Komentar
Tags:

art and craft movement

Gerakan seni dan kriya atau lebih dikenal dalam bahasa Inggris sebagai art and craft movement adalah suatu gerakan pada akhir masa revolusi industri yang mementingkan komitmen kerja dan keindahan. Penganutnya menolak estetika yang dihasilkan oleh produksi secara massal, yang dianggap sebab utama hilangnya keindahan individual.

Art and craft movement memberikan kesan kembali ke periode gothic, roccoco, dan renaisans. Salah satu ciri utamanya adalah karya seni dibuat secara individu oleh seniman dengan sentuhan artistik yang khas. Setiap karya digarap dengan serius dan teliti.

Secara garis besar, art and craft movement terbagi atas dua aliran besar, yaitu:
1. Rasionaliasi desain oleh kalangan modernis-formalis
2. Stilasi desain oleh kalangan stylish, yang kemudian melahirkan Art Nouveau

Organisasi ini didirikan oleh John ruskin dan william Morris tahun 1888 di Inggris.Menurut dugaan mereka desain yang bagus berhubungan dengan tingkat sosial yang bagus.Ini merupakan visi sosial dimana para pekerja yang tidak bertindak brutal karena kondisi pekerjaan yang mereka temui di pabrik, tetapi cukup dapat bangga dengan hasil kerja tangannya dan keahliannya. Peningkatan kelas konsumen serupa dengan peningkatan produk-produk manufaktur para konsumen. Pada periode produk-produk dari pabrik memiliki tingkat desain dan kualiatas yang buruk.

Kedua pendiri memiliki paham sosialis, diantara ide-ide mereka adalah:
1. reformasi sosial
2. penolakan metode kerja pabrik yang membuat buruh kerja secara mekanis tanpa kesenangan. Ruskin cenderung pada metode kerja abad pertengahan dimana pekerja memiliki keterampilan dan kesenangan dalam proses produksi sebuah barang
3. menghasilkan barang yang indah dengan harga terjangkau orang banyak

Sementara itu sejak tahun 1850-an Inggris mereformasi jalur pelatihan tradisionalnya menggabungkan cara kerja pekriya
(pengrajin atau craftsmen) dengan akademi seni, tujuannya Inggris ingin mempertahankan keunggukannya dalam bidang kriya (handicrafts). Sejak itu muncul gilda-gilda dimana para artisan bekerja menggabungkan fungsi ekonomis dengan gaya hidup masyarakat tradisional setempat. Keadaan seni dan kerajinan yang berkembang pesat di Inggris ini mendorong jerman untuk mengirimkan ” mata-mata kebudayaan” Herman Muthesius,seorang kepala pendidikan desainuntuk pemerintah Jerman,yang merupakan pemenang standarisasi,dia percaya bahwa produksi massa dapat memberikan perkembangan demokratis seni. Salah satu kritik muthesius untuk art and craft movement adalah bahwa walaupun berusaha menyediakan barang-barang indah untuk masyarakat banyak, namun ternyata barang yang dibuat menjadi mahal dan hanya dapat dijangkau oleh kalangan kaya di Inggris.

Glassgow school didirikan oleh Charles Rennie Mackintosh, Margaret, dan Frances Macdonald dan George Walton. Di satu sisi Glassgow school dikaitkan dengan Art nouveau karena desainnya dipenuhi ornamen walaupun lebih bersifat geometris (ornamen Celtic, khas Skotlandia). Di sisi lain Glassgow school melalui hubungan antara Mackintosh sebagai muris William Morris banyak mendapat pengaruh dari art and craft movement. Di Inggris banyak pihak yang tidak mengakui Charles R. Mackintosh sebagai seorang pendesain art and craft movement. Ini disebabkan karena karya-karya nya seringkali tidak mementingkan keahlian dan keterampilan tangan yang tinggi. Karya furniturnya dibuat dengan keterampilan yang rendah dan sering kali melupakan konstruksi yang tradisional. Oleh orang-orang sejamannya Mackintosh lebih dianggap sebagai pendesain art Nouveau Eropa.

Di austria pengaruh dari gerakan seni dan kriya Inggris ini menyebabkan berdirinya Winner Werkstatte. Bengkel kriya ini didirikan tahun 1903 oleh Josef Hoffmann, Koloman Moser dan Fritz Warndorfer.

referensi: http://char.txa.cornell.edu/art/decart/artcraft/artcraft.htm
http://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_seni_dan_kriya
Adityawan s.,Arief, Tinjauan Desain dari Revolusi Industri hingga Posmoderen, Universitas Tarumanagara UPT Penerbitan, 1999, hal 11-15.
www.innoftwingables.com/image50.jpg
http://www.arts-crafts.com/
http://www.homeownersales.co.uk/images/jpeg/large/Arts-and-Craft-1920.jpg
http://cache.viewimages.com/xc/3423750.jpg?v=1&c=ViewImages&k=2&d=D278A15CF533E62CD35899A080580804A55A1E4F32AD3138

Diterbitkan di: on Maret 15, 2008 at 5:58 am Tinggalkan sebuah Komentar
Tags: