Art Nouveau

ART NOUVEAU
Art Nouveau adalah sebuah gaya seni internasional yang mencakup seni, arsitektur bangunan, dan desain, yang mencapai kepopularitasan pada abad 20. karakteristik yang menonjol pada gaya art nouveau adalah sangat berdekorasi tinggi, bergelombang, yang seringkali digambarkan dengan lekuk bentuk kurva bunga yang meliuk-liuk atau motif tumbuhan lain. Nama art nouveau sendiri berasal dari atau diambil dari nama sebuah toko di Paris, Maison de’l Art Nouveau, yang dibuka pada tahun 1895 oleh Siegfried Bing.

Nama art nouveau yang diambil dari nama sebuah toko di Paris, di Eropa, aliran ini menggunakan beberapa nama sebagai berikut.
• Di Jerman : Jugendstil (gaya muda) dari nama sebuah majalah Die Jugend.
• Di Austria : Vinna Secession
• Di Italia : Stile Liberty
• Di Spanyol : Modernista
• Di Inggris : Glassgow School

Pada dasarnya, aliran ini muncul sebagai sebuah reaksi terhadap industrialisasi dan gaya mesin yg dianggap menghilangkan sifat manusiawi dalam seni dan pembuatan barang-barang kebutuhan manusia. Oleh karena itu, ukiran dan uliran flora yang dibuat juga cenderung tampil berlebihan untuk menekankan keterampilan yang sifatnya sangat emosional.

Pada waktu itu, karya art nouveau digunakan pada semua peralatan rumah tangga seperti dalam furniture, peralatan perak atau logam, peralatan memasak, perhiasan, dll. Selain itu, gaya art nouveau ini juga digunakan dalam ilustrasi buku serta berbagai barang cetakan.

Dan meskipun pada waktu itu, style art nouveau ini dimulai dari Paris, pada kenyataannya, tidak begitu sukses di negaranya sendiri. Akan tetapi, Paris Metro yang didesain oleh Hector Guimard di tahun 1899-1900 merupakan salah satu bangunan arsitektur terkenal di Paris yang terinspirasi gaya art nouveau.
Karya Hector Guimard

Gaya art nouveau mengalami puncak kejayaannya pada tahun 1890-1905. Salah satu lukisan pertama yang terinspirasi dari gaya art nouveau ini terdapat di Roquetaillade castle. Lukisan Viollet le-Duc ini disimpan di puri tersebut pada tahun 1850, dan walaupun pada awal pembuatannya dimaksudkan untuk kebangkitan gaya gothic, tapi lukisan ini adalah merupakan contoh murni atau contoh awal gaya art nouveau – alur tumbuhan dan warna.

Gerakan pertama atau karya art nouveau pertama di tahun 1880 adalah desain cover buku Arthur Mackmurdo, yang menggunakan pengerjaan tangan full, yang diterbitkan pada tahun 1883.
cover buku

Tokoh-tokohnya adalah Charles Rennie Mackintosh (Inggris), Henry Van de Velde (Austria), seorang arsitek Antoni Gaudi (Spanyol). Gaya art Nouveau pada awalnya dimaksud sebagai sebuah seni yang dapat dinikmati oleh orang kebanyakan (popular art) namun dalam kenyataannya lebih banyak diterapkan dalam seni dan barang-barang untuk konsumsi orang-orang kaya.

Berbagai penemuan dan perkembangan teknologi yang memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, pada akhirnya akan mempengaruhi pula kehidupan sosial-budaya serta kondisi psikologisnya, termasuk juga rasa akan keindahan yang terungkap dari munculnya berbagai aliran dalam seni. Munculnya berbagai aliran dalam seni ini kemudian diapresiasi dan mempengaruhi pula rasa estetis masyarakat luas. Oleh karena itu, untuk memahami perkembangan desain, tidak lepas dari bagaimana perkembangan seni dan berbagai aliran seni yang muncul. Menjelang dan selama munculnya Revolusi Industri, bermunculan pula berbagai aliran seni lain selain art and craft movement dan art nouveau di atas.

Revolusi industri tidak saja menimbulkan reaksi pemikiran dan gerakan seni dan kriya yang menolak, tetapi juga bidang profesi baru yang pada awalnya disebut seni terapan. Hal ini terjadi sejalan dengan kebutuhan dunia industri akan sarana promosi. Media promosi yang efektif pada saat itu adalah media poster.

Poster adalah media promosi yang relatif paling sederhana. Media poster diciptakan sebagai sarana komunikasi untuk orang banyak di tempat umum dan terbuka. Untuk kebutuhan itu, maka poster harus memiliki ukuran yang lebih besar dan penampilan yang menarik perhatian dari orang yang sedang berjalan.

Kebutuhan ini menyebabkan berkembangnya tipografi dari sekedar huruf yang berukuran kecil untuk mencetak buku dengan tinta hitam. Pada awalnya, karena teknik fotografi pada saat itu belum bisa dicetak dalam ukuran besar dan jumlah banyak, maka dibutuhkan keahlian melukis dari para seniman.

Para seniman membuat poster dengan teknik Lithografi, yaitu menggambar di atas batu Litho di mana satu warna digunakan satu lempeng batu sehingga untuk satu poster dapat menggunakan hingga 15 lempeng batu Litho. Cetak Lithografi memungkinkan poster dicetak dengan gambar dan huruf (walaupun ditulis secara manual) berukuran besar dan warna yang menarik. Dengan kata lain, menurut Hollis, teknik cetak Litografi memungkinkan seniman membuat huruf secara bebas tanpa terikat dengan cetakan huruf yang telah ditentukan.

Salah satu seniman poster yang memadukan dengan baik proses produksi secara industri maupun estetis pada saat itu adalah Jules Cherret. Sejak tahun 1866 studio Cherret dan percetakannya menghasilkan poster secara mandiri. Gaya yang populer pada saat itu adalah penggambaran figur tunggal dan kata-kata judul yang minim. Citra dari produk yang hendak dijual, apakah sebagai presentasi obyektif maupun simbolis, jarang digunakan.

Para seniman pada saat itu hanya mementingkan daya tarik estetis, misalnya dengan cara menampilkan figur wanita. Selain Cherret, seniman lainnya adalah Piere Bonnard, Henri de Toulouse-Lautrec. Pada saat art nouveau berkembang, gaya poster dipengaruhi oleh ornamen-ornamen floral tersebut. Misalnya poster untuk rokok job, karya seniman Cekoslovakia Alpons Mucha. Pengaruh art nouveau terlihat dari poster yang dipenuhi oleh ornamen flora dan tanpa dimensi ruang, gambar bersifat datar. Secara keseluruhan gaya art nouveau itu memperlihatkan desain yang memiliki perpaduan gambar, tipografi, dan ornamen dekoratif yang berirama.

Daftar Pustaka

Adityawan, Arief, Tinjauan Desain dari revolusi industri hingga post modern, Jakarta, Universitas Tarumanagara UPT penerbitan, 1999, 15-17.

art nouveau@wikipedia.org

Interior Grand Palais, Paris

Diterbitkan di: on Maret 17, 2008 at 2:35 pm Tinggalkan sebuah Komentar
Tags:

bauhaus

The Bauhaus in Dessau by Alfred Gropiussutnar_bauhaus_blocksMetal Workshop at the Bauhaus (Dessau)klee-paul-bauhausdanish bauhaus poster1929Beaux-Arts Life Drawing Studiobauhaus-archiv museum fur gestaltungBauhaus cattleThe Bauhaus Story
Bauhaus berasal dari kata Bauen ( to build/mengembangkan atau membangun) dan haus adalah rumah,bauhaus dikenal dengan “house of building” atau “building school”. Menjelang Perang Dunia pertama tahun 1914 Henry Van de Velde, tokoh Art Nouveau yang memimpin sekolah seni dan kriya Weimar, mengundurkan diri untuk kembali ke negeri asalnya-Belgia. Keprgian Van de Velde ini salah satunya disebabkan oleh sikap rasial warga Jerman terhadap warga asing. Namun selama perang dunia pertama sekolah ini ditutup. Perang dunia pada awalnya disambut oleh rakyat Jerman dengan penuh semangat. Mereka berpendapat bahwa dengan perang Jerman dapat membuktikan keunggulan kekuatannya, rakyat jerman dengan semangat mendaftar diri menjadi sukarelawan, termasuk para seniman seperti Otto Dix, Max Beckman dan lain-lain. German Werkbund mendukung Jerman terjun dalam perang. Namun tahun 1916 dan 1917 keraguan dan sikap anti perang mulai bermunculan. Para seniman dan arsitek menerbitkan manifesto dan petisi anti perang. Tahun 1917 Walter Gropius juga menyatakan bahwa para intelektual harus melakukan perpindahan atau pergantian front, dari medan pertempuran fisik menuju medan pertempuran budaya. Walter Gropius, seorang arsitek yg pernah bekerja di bawah Peter Behrens, menganggap sistem Werkbund Jerman ketinggalan jaman sehingga perlu reformasi pendidikan seni rupa. Ketika perang usai Gropius mengirimkan proposal sebuah perombakan pendidikan dan sekolah seni rupa yang disetujui oleh pemerintah pada saat itu.bermula dari definisi sebuah impian yaitu “membangun untuk masa depan”, merupakan sebuah sekolah di Jerman yang mengkombinasikan kriya dan seni murni, dan sebagai jalan untuk mengajar dan menyebarkan desain. Berdirinya Bauhaus adalah ketika Jerman masih mengalami keresahan sosial-ekonomi akibat perang dunia pertama.

Tahun 1919 Walter Gropius ditunjuk sebagai direktur sekolah yang baru dibangun itu : “Staatliches Bauhaus-Weimar”. Dalam manifesto Bauhaus yang disebarkan ke seluruh Jerman, Gropius menjelaskan tentang tujuan sekolah ini: seniman dan keriyawan bekerjasama untuk menciptakan “bangunan masa depan”. Diskusi mengenai reformasi pendidikan seni rupa di Jerman sudah berlangsung sejak 1916 melalui berbagai tulisan oleh para arsitek. Diantaranya adalah Bruno Taut yang sangat berpengaruh pada Gropius. Bruno Taut yang pertama mengajak membangun rumah untuk rakyat dan meminta keterlibatan setiap cabang seni dalam arsitektur. dalam manifesto Gropius menulis: “mari kita bersama-sama menciptakan bangunan masa depan, dimana segala sesuatunya menyatu dalam sebuah bentuk. Arsitektur, patung, dan lukisan. Meskipun ternama namun faktanya bahwa penemunya adalah seorang arsitek, bauhaus tidak memiliki departemen pembangunan pada masa-masa awal eksistensinya. Gaya Bauhaus merupakan salah satu aliran yang paling berpengaruh dalam modernist architecture dan desain moderen.

Secara singkat dapat disebutkan beberapa prinsip yang berlaku dalam pengajaran Bauhaus:
- dipengaruhi seni ekspresionisme
- mengunakan garis Bauhutte
- menggabungkan seni dan kriyawan
- pendekatan rasionalisme dan desain untuk mesin

Bauhaus memiliki cita-cita utopia membangun masyarakat spiritual baru. Bengkel kaca patri (stained glass), kayu dan metal diajarkan oleh para seniman dan kriyawan, dengan menggunakan metode kerja garis Bauhutte: master (ahli/guru) – journeyman (pengembara) – apprentice (murid magang).

Para pendesain yang pernah menjadi direktur Bauhaus:
Walter Gropius (memimpin hingga 1928), Johannes Itten, L. Mies Van der Rohe (1886-1969)

Van der Rohe adalah seorang arsitek terkemuka yang menjadi direktur Bauhaus terakhir. Van der Rohe terkenal dengan diktum/ ungkapan: “less is more”. Ide-ide baru diajarkan ketika Paul Klee dan Vassily Kandinsky mengajar di Bauhaus tahun 1920 dan 1922. Klee menggabungkan seni moderen dengan seni primitif dan gambar anak dalam menciptakan dan lukisan yang mempengaruhi komunikasi visual. Menurut Kandinsky warna dan bentuk memiliki nilai-nilai spiritual dan makna tersendiri. Tokoh pengajar lain adalah Johannes Itten. Itten-lah yang pertama kali menerapkan metode khusus dasar (preliminary course) bagi para siswa Bauhaus yang sebagaimana yang kini banyak diterapkan dalam pendidikan tinggi desain. Pada tahun 1923 Itten keluar dari Bauhaus karena adanya perbedaan pendapat dengan Gropius. Metode yang diajarkan Itten dianggap tidak sesuai dengan prinsip Bauhaus yang menitikberatkan pada rasionalisme dan desain untuk mesin. Bauhaus cenderung pada bahasa rupa dalam desain yang obyektif (prinsip moderenisme) dan menolak metode pendekatan yang subyektif dan selera pribadi.

Tahun 1923, Bauhaus beraksi dengan mengubah program, dimana image masa depan memiliki motto : “teknologi dan seni sebagai kesatuan baru”.

Bauhaus memiliki kesamaan tujuan dengan De stijl yang didirikan oleh Theo Van Doesberg. Tahun 1921 hingga 1923 Van Doesberg mengajar di Bauhaus. Upaya menghilangkan pemikiran ekspresionisme dalam sekolah Bauhaus dilakukan oleh Van Doesberg. Bila ekspresionisme yang dikembangkan Itten sangat individual dan emosional maka De Stijl yang dikembangkan Van Doesberg sangat rasional dan universal. Pengaruh kuat De Stijl dalam pelajar Bauhaus terutama pada desain furnitur dan tipografi.

Perkembangan dan perhatian Gropius terhadap modernisme dan industrialisasi tampak dari perubahan moto sekolah Bauhaus dari “a unity of art and handicraft” menjadi “Art and technology, a new unity”. Romantisme abad pertengahan dan ekspresionisme digantikan oleh desain terapan yang sangat rasional dan dapat diproduksi secara massal menggunakan mesin.

Setelah Bauhaus Dessau ditutup tahun 1932 selama tahun terakhir Bauhaus dipindahkan ke kota Berlin oleh Mies Van der Rohe. Bauhaus ditutup oleh para pendukungnya pada bulan April 1933 akibat tekanan yang semakin kuat-mereka dituduh penganut komunis Bolshevik-dari pemerintah nazi Jerman. Pedesain yang pindah ke Amerika termasuk didalamnya Marchel Duchamp, Piet Mondrian, Walter Gropius, Mies Van Der Rohe, Marcel Breuer, Lazlo Moholy-Nagy dan Herbert Bayer- kemudian mencoba mendirikan sekolah Bauhaus di Amerika, namun tidak bertahan lama.

Lazlo Moholy-Nagy terkenal dengan desain yang memanfaatkan tipografi dengan cermat: “Tipografi adalah alat komunikasi, harus berkomunikasi dalam bentuk yang paling kuat”. “Kejelasan (clarity) sangat penting”. Legibility (tingkat keterbacaan) juga menjadi perhatian Moholy-Nagy selain juga menciptakan bahasa tipografi yang lentur.

Jan Tshichold (1902-1974) terkenal dengan buku-buku mengenai dasar-dasar desain tipografi yang berjudul :
- “Elementare Typographie” tahun 1925
- “Die Neue Typographie” tahun 1928

Beberapa pemikiriannya mengenai tipografi adalah:
- Susunan huruf asimetris
- Huruf sans serif dengan ukuran dan berat (ketebalan) yang berbeda: kembali pada bentuk dasar alfabet.
- Susunan desain vertikal/horisontal.

Pada awal penerbitannya konsep diatas banyak mendapat kritikan tajam dari pedesain Amerika karena dianggap terlalu “dingin” dan kaku. William Addison Dwiggins (1880-1956) adalah pedesain masa peralihan (menggunakan gaya tradisional Amerika dan gaya moderen). Secara singkat dapat dijelaskan bahwa jasa terbesar Bauhaus adalah:
1. menciptakan metode pendidikan seni rupa, desain, kriya dan arsitektur yang terpadu.
2. memberi bentuk yang lebih jelas mengenai apa dan bagaimana desain moderen (yang kemudian terkenal dengan “international style”.

referensi:
http://en.wikipedia.org/wiki/Bauhaus
http://www.bauhaus.de/english/bauhausarchiv/index.htm
http://www.bauhaus.de/english/bauhaus1919/index.htm
http://web.princeton.edu/sites/ecs/images/Bauhaus.jpg
http://daddytypes.com/archive/weimar_bauhaus_bassinet.jpg
http://www.flickr.com/photos/ralf_herrmann/527960075/
http://luciensteil.tripod.com/newarchitecteducation
http://www.oew.at/eng/lexikon/stile/bauhaus.htm
http://www.algarcia.org/art/bauhaus.html
http://www.flickr.com/photos/ralf_herrmann/527960097/
http://www.postershop.com/Klee-Paul/Klee-Paul-Bauhaus-2632760.html
http://daddytypes.com/2006/10/12/sutnars_bauhausera_wooden_toys.php
http://www.iconicinteriors.co.uk/bauhaus.shtml
http://www.flickr.com/photos/webbeway/15086176/
http://www.flickr.com/photos/20745656@N00/244871071/
http://luciensteil.tripod.com/newarchitecteducation
Adityawan S., Arief, Tinjauan Desain dari Revolusi Industri hingga Posmederen, Jakarta, Universitas Tarumanagara UPT Penerbitan, 1999, hal 57-63

Diterbitkan di: on at 12:47 pm Tinggalkan sebuah Komentar
Tags: