constructivism

Berkembang sekitar tahun 1914 hingga 1920, merupakan pengaruh Kubisme yang berkembang di Rusia. Estetika menurut seniman Konstruktivisme berkaitan dengan bentuk atau bidang geometris kinetic, sebagai sebuah cerminan zaman modern yang dikuasai oleh mesin. Konstruktivisme ditemukan oleh pemahat dan pelukis Rusia, Vladimir Tatlin. Nama itu diturunkan dari “konstruksi” pada pemahat-pemahat abstrak dari material-material industri, seperti metal, jaringan, dan bagian dari plastic. Pembangunan relief Tatlin dari 1913 sampai 1917 merupakan pekerjaan pergerakan pertama. Ia telah bergabung sebelum 1920 dengan seniman-seniman Aleksandr Rodchenko, El Lissitzky, Naum Gabo, dan Antoine Pevsner, dan lainnya.

Walaupun pergerakannya terbagi menjadi beberapa bagian di bahun 1920 an, secara keseluruhan idenya terdiri dari abstrak, fungsionalisme, dan utilitarianisme. Utilitarianisme, perilaku dominant seni pada saat Union of Soviet Socialist Republics (USSR) baru lahir, yang membuat seni lebih mudah dimengerti dan berguna bagi masyarakat. Tatlin menggabungkan dogma konstruktivisnya dengan Negara Komunis baru dan menjadi sebuah kekuatan dan desainer berpengaruh untuk permintaan baru.

o Rodchenko, Aleksandr (1891-1959), pelukis Rusia, pembuat draft, pemahat, dan fotografer. Bekerja dengan media dengan skala yang besar, ia merupakan salah satu figure sentral (utama) dari Konstruktivisme, seorang penggerak seni abstrak yang tampil pada periode sebelum Revolusi Rusia di tahun 1917.

Di tahun 1916 ia berpartisipasi di sebuah pameran yang di buat oleh seniman Rusia Vladimir Tatlin. Tahun berikutnya, dengan Tatlin dan seniman-seniman avant-garde yang lain, ia membantu mendesain interior sebuah kafe di Moskow. Mulai dari 1917, Rodchenko mulai mengajukan percobaannya dalam menggambar untuk mendesain objek-objek fungsional, menciptakan, contohnya, sebuah seri dari desain-desain lampu di tahun 1918. antara 1919 dan 1921, ia memproduksi tiga seri yang ia namakan konstruksi spasial-abstrak, pahatan-pahatan geometrical yang mengandung bentuk-bentuk terbuka pada metal dan kayu.

o Pevsner, Antoine (1886-1962), pemahat Rusia-Perancis, seorang pemimpin dari pergerakan konstruktivisme pada pahatan modern. Lahir di Orel, ia belajar di Kyiv, mengunjungi avant-garde (pembaruan seni Rusia) seniman-seniman di Paris, dan selama Perang Dunia I bekerja di Norway dengan adiknya, pemahat Naum Gabo.

o Gabo, Naum (1890-1977), pemahat Rusia Amerika, salah satu pelaku konstruktivisme di abad 20. lahir di Briansk dan nama sebenarnya Naum Pevsner, ia mengubah nama untuk menghindari agar tidak bingung dengan kakaknya, Antoine Pevsner, yang juga merupakan seniman. Ia belajar (1910-1914) obat-obatan dan mesin di Munich, tetapi di tahun 1914 mengambil seni pahat, memproduksi kepala terinspirasi-kubis dan dada menggunakan lembaran logam, karton, atau seluloid.

Di Moskow dari 1917 sampai 1922, Gabo membantu pergerakan konstruktivisme, yang membela konstruksi pahatan dari material-material industri dari pada dari pahatan tradisional pada batu atau dibalut dengan perunggu. Di tahun 1920, ia dan kakaknya memberitakan Manifesto Realis, terpanggil untuk bentuk seni baru berdasarkan ruang dan waktu; dengan berpegang pada teori ini, menjalankan beberapa pekerjaan dengan bagian-bagian bergerak, dikenal dengan pahatan kinetic.

Konstruktivisme mempunyai pengaruh di abad 20 pada pahatan, arsitektur, dan khususnya industri desain, dimana adokasi material-material modern dan desain yang jelas meningkatkan keindahan dari fungsionalisme.

Menurut El Lissitzky, bidang persegi empat adalah sumber dari segala ekspresi kreatif. Para seniman konstruktivisme adalah pelopor pembaruan (Russian Avant-garde) seni Rusia. Seni harus dinikmati oleh semua kelas masyarakat secara merata. Tidak boleh ada perbedaan seni kelas atas (kaum borjuis) maupun untuk kelas bawah (kaum proletar). Konstruktivisme adalah seni resmi untuk pemerintahan Bolshevik di Rusia. Konstruktivisme bersama Futurisme den De Stjil banyak mempengaruhi desain grafis ketika seniman-seniman aliran tersebut mengajar di sekolah Bauhaus. El Lissitzky juga banyak berekperimen dengan fotogram, (“memotret tanpa kamera” yaitu mengolah cahaya pada kertas foto di kamar gelap).

referensi: Microsoft ® Encarta ® Reference Library 2005. © 1993-2004 Microsoft Corporation. All rights reserved.
Adityawan.s, arief, tinjauan desain dari revolusi industri hingga posmoderen, jakarta, Universitas tarumanagara UPT penerbitan, 1999, hal 39.

Diterbitkan di: on Maret 20, 2008 at 9:20 am Tinggalkan sebuah Komentar
Tags:

Art Deco

art-deco8.jpgart-deco-windows.jpgArt Deco

Berawal dari pameran yang berjudul Paris exposition des Art Decoratifs es industries pada tahun 1925 di Perancis, didapatlah nama Art Deco. Dalam kamus karya Guy Julier Art Deco tidaklah dianggap sebagai sebuah gerakan namun hanyalah gaya atau kecendrungan dalam desain. Art Deco pada walnya muncul dan berkembang di Perancis di antara dua perang dunia pada tahun 1920-an, mengantisipasi perkembangan teknologi. Kehebatan mesin dan dunia transportasi seperti pesawat terbang dan kapal laut menjadi inspirasi dan pendukung berkembangnya gaya ini. Gaya ini dipengaruhi oleh aliran Kubisme dan Fauvisme, serta juga gaya mesin dan Indian Aztec, Amerika Selatan. Selain itu pula gaya pedesain modernisme awal seperti Josef Hoffmann, Frank Llyod Wright, Adolf Loos juga banyak diserap ke dalam Art Deco. Di Amerika gaya Art Deco jugag menghasilkan pendekatan baru dalam desain untuk kendaraan tranportasi yaitu, munculnya ornament – ornament dekoratif yang memanfaatkan unsur – unsur garis hias yang mengesankan gerak dan kecepatan. Jaman Art Deco sangat terkenal dengan mobil, kapal laut dan pesawat terbang yang dianggap sebagai simbol modernitas.

Gaya art Deco banyak dimanfaatkan dalam arsitektur, desain grafis, desain otomotif, desain furniture, desain produk. Ketika pedesain modernis berkutat pada fungsionalisme dan formalisme untuk mendapatkan desain yang ideal dan universal namun elitis, maka Art Deco muncul untuk memenuhi selera dan kebutuhan konsumen kelas menengah ke atas yang sesaat (Heller, 1988: 127). Gaya Art Deco ini disebut juga gaya Moderne atau Modernistik yaitu perpaduan antara bentuk baru yang disederhanakan dengan kecendrungan dekoratif lama. Desain Art Deco banyak menggunakan bahan – bahan mahal dan sedikit ornamen hias.

Bahasa visual dari Art Deco yang bersifat heroic dan futuristic membuat gaya ini dapat diterapkan pada materi pesan apapun baik komersil maupun untuk poltik. Art Deco adalah kecendrungan visual yang murni gaya, tanpa ideology apapun. Gaya art Deco menyebar di bebagai Negara Eropa. Perancis sebagai pusat Art Deco telah memiliki sekolah seni dekoratif The Martine School sejak tahun 1911. Walaupun pada saat itu modernisme yang mengutamakan fungsionalisme dalam desain sedang berkembang, namun kelas menengah yang mampu tetap memiliki kecendrungan estetis pada gaya dekoratif. Di Perancis perkembangan Art Deco ini juga dipengaruhi oleh dunia mode.

Dalam desain grafis tokoh Art Deco yang terkenal, terutama di Perancis, adalah AM, Cassandre, Jean Carlu. Desain Art Deco banyak menggunakan gradasi warna yang halus serta warna yang mengesankan efek kilauan atau kelengkungan logam. Art Deco tidak selalu berhubungan dengan kemewahan. Gaya Art Deco sering kali juga memanfaatkan bahan – bahan sederhana untuk menampilkan kesan mewah. Namun tidak seluruh gaya Art Deco dapat disebut mewah, karena gaya Art Deco untuk arsitektur di Amerika jusru dapat menekan biaya produksi. Pada gedung – gedung bioskop jaringan Odeondi Amerika pada tahun 1930-andi Amerika, art Deco banyak digunakan sehingga sering kali disebut “Gaya Odeon”.

Bila modernisme menggunakan “Less is more” maka art Deco mencoba tampil di tengah – tengah jaman modernisme tetapi dengan memanfaatkan ornamen hias. Bila modernisme berpegang pada “Form follows function” maka Art Deco tiba – tiba tampil dengan gaya hiasannya. Art Deco banyak digunakan untuk menampilkan kesan futuristik. Di jerman, gaya geometris Bauhaus digabungkan dengan bentuk – bentuk yang ekspresif banyak dimanfaatkan oleh para pendesain. Di Swiss gaya Art Deco merupakan asimilasi antara gaya Art Deco Perancis yang romantis dan gaya Art Deco Jerman menghasilkan gaya khas Swiss. Di Negara – Negara seperti Italia, Inggris, dan Amerika gaya Art Deco pun banyak digemari. Di Amerika, gaya Art Deco dipengaruhi oleh ornamen – ornamen Indian amerika Utara ataupun Indian Aztec. New York diannggap sebagai ibu kota Art Deco di Amerika. Di New York terdapat gedung Chrysler yang bercirikan Art deco.

Bila New Typographic dari Tschichold menekankan fungsi maka sebaliknya tata letak Art Deco mementingkan kebebasan, anarkis dan suasana karnaval (Muchyar) Sebuah buku berjudul “Mise en Page” (1929) karya pedesain Art Deco Perancis A. Tollmer menjelaskan :
“…lay out harus bebas dari segala aturan. Untuk mendapatkan kombinasi yang paling bervariasi, menjadi sangat perlu untuk membuang susunan yang setia pada sumbu vertical – horizontal. Dapatkan komposisi miring (Oblique) atau lengkungan. Inilah teknik modern untuk periklanan modern.”

Profesi pedesain grafis di amerika banyak mendapat peluang dengan berkembangnya dunia pers, terutama penerbitan majalah (Harper’s Bazaar, Vouge, Vanity Fair, House and Garden). Desain mobil dan pesawat terbang menjadi pedoman umum dalam desain produk dan interior. Kedua sarana yang menggunakan teknologi terkini itu didesain berdasarkan prinsip keilmuan dalam bidang aerodinamika dan hidrodinamika, sehingga pesawat terbang dan mobil dapat bergerak semakin cepat menembus udara dan air. Desain badan pesawat terbang dan mobil haruslah dapat mengurangi hambatan udara atau angin. Desain badan yang memiliki garis dan bentuk ramping dan lurus sehingga disebut Streamline, dengan ujung meruncing atau membulat sehingga dapat mengikuti alur atau arus air dan udara (Streamline = garis arus). Namun kemudian penggunaan prinsip Streamline ini sesungguhnya lebih disebabkan alasan dekoratif, karena diterapkan pada benda – benda yang sesungguhnya tidak membutuhkan pengurangan hambatan udara atau air.

Desain streamline pada walanya digungkan dalam teknologi kapal uap abad 19 agar dapat bergerak di air dalam kecepatan tinggi. Desain streamline semakin penting dengan berkembangnya teknologi transportasi di abad ke 20 untuk kapal selam, kapal pesiar, kereta api, kapal terbang dan mobil. Bahkan desain streamline juga diaplikasikan untuk alat rumah tangga yang tidak bergerak agar tampil modern. Gaya streamline pada akhirnya menjadi sekedar unsur dekoratif sebagai alat dari produsen untuk memenuhi fantasi – fantasi futuristik dari konsumen.

Referensi: Adityawan, Arief, Tinjauan Desain dari revolusi industri hingga post modern, Jakarta, Universitas Tarumanagara UPT penerbitan, 1999, 67 – 72

Diterbitkan di: on at 9:19 am Tinggalkan sebuah Komentar
Tags: