bauhaus

The Bauhaus in Dessau by Alfred Gropiussutnar_bauhaus_blocksMetal Workshop at the Bauhaus (Dessau)klee-paul-bauhausdanish bauhaus poster1929Beaux-Arts Life Drawing Studiobauhaus-archiv museum fur gestaltungBauhaus cattleThe Bauhaus Story
Bauhaus berasal dari kata Bauen ( to build/mengembangkan atau membangun) dan haus adalah rumah,bauhaus dikenal dengan “house of building” atau “building school”. Menjelang Perang Dunia pertama tahun 1914 Henry Van de Velde, tokoh Art Nouveau yang memimpin sekolah seni dan kriya Weimar, mengundurkan diri untuk kembali ke negeri asalnya-Belgia. Keprgian Van de Velde ini salah satunya disebabkan oleh sikap rasial warga Jerman terhadap warga asing. Namun selama perang dunia pertama sekolah ini ditutup. Perang dunia pada awalnya disambut oleh rakyat Jerman dengan penuh semangat. Mereka berpendapat bahwa dengan perang Jerman dapat membuktikan keunggulan kekuatannya, rakyat jerman dengan semangat mendaftar diri menjadi sukarelawan, termasuk para seniman seperti Otto Dix, Max Beckman dan lain-lain. German Werkbund mendukung Jerman terjun dalam perang. Namun tahun 1916 dan 1917 keraguan dan sikap anti perang mulai bermunculan. Para seniman dan arsitek menerbitkan manifesto dan petisi anti perang. Tahun 1917 Walter Gropius juga menyatakan bahwa para intelektual harus melakukan perpindahan atau pergantian front, dari medan pertempuran fisik menuju medan pertempuran budaya. Walter Gropius, seorang arsitek yg pernah bekerja di bawah Peter Behrens, menganggap sistem Werkbund Jerman ketinggalan jaman sehingga perlu reformasi pendidikan seni rupa. Ketika perang usai Gropius mengirimkan proposal sebuah perombakan pendidikan dan sekolah seni rupa yang disetujui oleh pemerintah pada saat itu.bermula dari definisi sebuah impian yaitu “membangun untuk masa depan”, merupakan sebuah sekolah di Jerman yang mengkombinasikan kriya dan seni murni, dan sebagai jalan untuk mengajar dan menyebarkan desain. Berdirinya Bauhaus adalah ketika Jerman masih mengalami keresahan sosial-ekonomi akibat perang dunia pertama.

Tahun 1919 Walter Gropius ditunjuk sebagai direktur sekolah yang baru dibangun itu : “Staatliches Bauhaus-Weimar”. Dalam manifesto Bauhaus yang disebarkan ke seluruh Jerman, Gropius menjelaskan tentang tujuan sekolah ini: seniman dan keriyawan bekerjasama untuk menciptakan “bangunan masa depan”. Diskusi mengenai reformasi pendidikan seni rupa di Jerman sudah berlangsung sejak 1916 melalui berbagai tulisan oleh para arsitek. Diantaranya adalah Bruno Taut yang sangat berpengaruh pada Gropius. Bruno Taut yang pertama mengajak membangun rumah untuk rakyat dan meminta keterlibatan setiap cabang seni dalam arsitektur. dalam manifesto Gropius menulis: “mari kita bersama-sama menciptakan bangunan masa depan, dimana segala sesuatunya menyatu dalam sebuah bentuk. Arsitektur, patung, dan lukisan. Meskipun ternama namun faktanya bahwa penemunya adalah seorang arsitek, bauhaus tidak memiliki departemen pembangunan pada masa-masa awal eksistensinya. Gaya Bauhaus merupakan salah satu aliran yang paling berpengaruh dalam modernist architecture dan desain moderen.

Secara singkat dapat disebutkan beberapa prinsip yang berlaku dalam pengajaran Bauhaus:
– dipengaruhi seni ekspresionisme
– mengunakan garis Bauhutte
– menggabungkan seni dan kriyawan
– pendekatan rasionalisme dan desain untuk mesin

Bauhaus memiliki cita-cita utopia membangun masyarakat spiritual baru. Bengkel kaca patri (stained glass), kayu dan metal diajarkan oleh para seniman dan kriyawan, dengan menggunakan metode kerja garis Bauhutte: master (ahli/guru) – journeyman (pengembara) – apprentice (murid magang).

Para pendesain yang pernah menjadi direktur Bauhaus:
Walter Gropius (memimpin hingga 1928), Johannes Itten, L. Mies Van der Rohe (1886-1969)

Van der Rohe adalah seorang arsitek terkemuka yang menjadi direktur Bauhaus terakhir. Van der Rohe terkenal dengan diktum/ ungkapan: “less is more”. Ide-ide baru diajarkan ketika Paul Klee dan Vassily Kandinsky mengajar di Bauhaus tahun 1920 dan 1922. Klee menggabungkan seni moderen dengan seni primitif dan gambar anak dalam menciptakan dan lukisan yang mempengaruhi komunikasi visual. Menurut Kandinsky warna dan bentuk memiliki nilai-nilai spiritual dan makna tersendiri. Tokoh pengajar lain adalah Johannes Itten. Itten-lah yang pertama kali menerapkan metode khusus dasar (preliminary course) bagi para siswa Bauhaus yang sebagaimana yang kini banyak diterapkan dalam pendidikan tinggi desain. Pada tahun 1923 Itten keluar dari Bauhaus karena adanya perbedaan pendapat dengan Gropius. Metode yang diajarkan Itten dianggap tidak sesuai dengan prinsip Bauhaus yang menitikberatkan pada rasionalisme dan desain untuk mesin. Bauhaus cenderung pada bahasa rupa dalam desain yang obyektif (prinsip moderenisme) dan menolak metode pendekatan yang subyektif dan selera pribadi.

Tahun 1923, Bauhaus beraksi dengan mengubah program, dimana image masa depan memiliki motto : “teknologi dan seni sebagai kesatuan baru”.

Bauhaus memiliki kesamaan tujuan dengan De stijl yang didirikan oleh Theo Van Doesberg. Tahun 1921 hingga 1923 Van Doesberg mengajar di Bauhaus. Upaya menghilangkan pemikiran ekspresionisme dalam sekolah Bauhaus dilakukan oleh Van Doesberg. Bila ekspresionisme yang dikembangkan Itten sangat individual dan emosional maka De Stijl yang dikembangkan Van Doesberg sangat rasional dan universal. Pengaruh kuat De Stijl dalam pelajar Bauhaus terutama pada desain furnitur dan tipografi.

Perkembangan dan perhatian Gropius terhadap modernisme dan industrialisasi tampak dari perubahan moto sekolah Bauhaus dari “a unity of art and handicraft” menjadi “Art and technology, a new unity”. Romantisme abad pertengahan dan ekspresionisme digantikan oleh desain terapan yang sangat rasional dan dapat diproduksi secara massal menggunakan mesin.

Setelah Bauhaus Dessau ditutup tahun 1932 selama tahun terakhir Bauhaus dipindahkan ke kota Berlin oleh Mies Van der Rohe. Bauhaus ditutup oleh para pendukungnya pada bulan April 1933 akibat tekanan yang semakin kuat-mereka dituduh penganut komunis Bolshevik-dari pemerintah nazi Jerman. Pedesain yang pindah ke Amerika termasuk didalamnya Marchel Duchamp, Piet Mondrian, Walter Gropius, Mies Van Der Rohe, Marcel Breuer, Lazlo Moholy-Nagy dan Herbert Bayer- kemudian mencoba mendirikan sekolah Bauhaus di Amerika, namun tidak bertahan lama.

Lazlo Moholy-Nagy terkenal dengan desain yang memanfaatkan tipografi dengan cermat: “Tipografi adalah alat komunikasi, harus berkomunikasi dalam bentuk yang paling kuat”. “Kejelasan (clarity) sangat penting”. Legibility (tingkat keterbacaan) juga menjadi perhatian Moholy-Nagy selain juga menciptakan bahasa tipografi yang lentur.

Jan Tshichold (1902-1974) terkenal dengan buku-buku mengenai dasar-dasar desain tipografi yang berjudul :
– “Elementare Typographie” tahun 1925
– “Die Neue Typographie” tahun 1928

Beberapa pemikiriannya mengenai tipografi adalah:
– Susunan huruf asimetris
– Huruf sans serif dengan ukuran dan berat (ketebalan) yang berbeda: kembali pada bentuk dasar alfabet.
– Susunan desain vertikal/horisontal.

Pada awal penerbitannya konsep diatas banyak mendapat kritikan tajam dari pedesain Amerika karena dianggap terlalu “dingin” dan kaku. William Addison Dwiggins (1880-1956) adalah pedesain masa peralihan (menggunakan gaya tradisional Amerika dan gaya moderen). Secara singkat dapat dijelaskan bahwa jasa terbesar Bauhaus adalah:
1. menciptakan metode pendidikan seni rupa, desain, kriya dan arsitektur yang terpadu.
2. memberi bentuk yang lebih jelas mengenai apa dan bagaimana desain moderen (yang kemudian terkenal dengan “international style”.

referensi:
http://en.wikipedia.org/wiki/Bauhaus
http://www.bauhaus.de/english/bauhausarchiv/index.htm
http://www.bauhaus.de/english/bauhaus1919/index.htm


Bauhaus Weimar Typography
http://luciensteil.tripod.com/newarchitecteducation
http://www.oew.at/eng/lexikon/stile/bauhaus.htm
http://www.algarcia.org/art/bauhaus.html
Bauhaus Weimar Typography
http://www.postershop.com/Klee-Paul/Klee-Paul-Bauhaus-2632760.html
http://daddytypes.com/2006/10/12/sutnars_bauhausera_wooden_toys.php
http://www.iconicinteriors.co.uk/bauhaus.shtml
bauhaus-archiv museum für gestaltung
Bauhaus
http://luciensteil.tripod.com/newarchitecteducation
Adityawan S., Arief, Tinjauan Desain dari Revolusi Industri hingga Posmederen, Jakarta, Universitas Tarumanagara UPT Penerbitan, 1999, hal 57-63

Published in: on Maret 17, 2008 at 12:47 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags:

The URI to TrackBack this entry is: https://artivora.wordpress.com/2008/03/17/bauhaus/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: